Bagaimana Cara Agar Profesi Petani Lebih Bergengsi Bagian 2

Proses biokimia tanaman pun bisa direkayasa se – hing ga rendemen minyaknya lebih tinggi. Misalnya pada kelapa sawit, sudah ada temuan stimulan or – ganik yang menghasilkan buah lebih banyak dan rendemen minyak lebih tinggi. Penggunaan alat dan mesin pertanian, khususnya di bidang tanaman pangan, mulai marak dalam 4 ta – TAJUK Peni Sari Palupi hun terakhir dengan bantuan pemerintah. Diharap kan, bantuan ini memantik petani untuk menerapkan mekanisasi dengan modal sendiri. Pesawat nirawak (drone) juga mulai diterjunkan terutama untuk pemetaan, menghitung populasi tanaman, pemupukan, dan penyemprotan pestisida. Sekarang mungkin baru sekadar mengirit tenaga kerja. Padahal bila peranti lunaknya dikembangkan lebih lanjut, drone dapat mewujudkan pertanian presisi.

Misal, untuk deteksi gangguan hama penyakit dan menakar umur tanaman sehingga aplikasi pestisida hanya pada tanaman yang terserang, tidak lagi seluruh blok. Jadi pemakaian pestisida lebih sedikit, produk akhir pun lebih berkualitas. Dengan foto-foto yang diambil drone selama fase tanaman berproduksi lalu datanya dianalisis mendalam, maka besaran produksi bisa diduga secara presisi. Suatu saat pelaku pertanian di Indonesia pastilah menuju pertanian pintar dengan level lebih tinggi seperti di Eropa. Semua perangkat yang beroperasi di kebun dan pabrik pengolahan hasil dipasangi sensor yang dihubungkan ke ponsel, tablet, atau komputer di kantor/rumah. Petani tinggal mengawasi kebun dan pabrik dengan jari. Setelah teknologi budidaya bagus, pemerintah perlu ambil peran membangun data raksasa (big data) nasio – nal untuk setiap komoditas unggulan. Pada era seka rang, siapa menguasai data akan menguasai du nia. Sa wit mi – salnya, bisa diketahui peta lokasi, luasan, jumlah po pulasi, jumlah tanaman muda, produktif, dan tua. De mikian pula kondisi tanaman di kebun petani dapat di ke tahui detail, kebun siapa, luasan be rapa, bagaimana kon disinya, prediksi produksi berapa. Jadi bila data terin tegrasi secara nasional, perenca naan produksi lebih akurat. Berbekal big data, industri sawit bisa menepis tu ding an negatif bila memang tak sesuai fakta di lapangan. Di sisi perdagangan kini bermunculan lapak digital yang bisnis intinya komoditas agribisnis. Sebut saja re – go pantes, brambang.com, tanihub, limakilo. Na mun volume perdagangannya masih jauh dibanding lapak tradisional. Mari mengangkat derajat pertanian kita dengan me – manfaatkan teknologi terkini yang lebih menyejahtera – kan pelaku dan masyarakat pada umumnya.