Bereksperimen dengan Android Runtime

Saat Android 4.4 bersandi KitKat dirilis, serangkaian feature baru dan penyempurnaan dilakukan Google. Beberapa diantaranya, seperti , touch-screen, dan NFC yang lebih baik, sandbox, audio playback hemat daya, foto HDR+, cloud print, messaging multitasking terpusat, dan lain sebagainya. Satu feature baru yang mungkin kurang dibahas pengguna Android, tetapi bersifat fundamental terhadap sistem Android OS adalah opsi runtime ART (Android Runtime) selain opsi runtime standar Dalvik. Sejak awal, Android OS mengandalkan Dalvik virtual machine sebagai platform untuk menjalankan aplikasi (app).

Metode Dalvik yang menganut sistem proses compilation JIT atau “just-in-time” dikeluhkan kurang optimal karena harus meng-compile kode program setiap kali app dijalankan. Google pun meresponsnya dengan menghadirkan runtime baru ART sebagai opsi runtime Dalvik di KitKat. ART menggunakan sistem proses compilation “ahead-of-time” atau AOT sebelum app pertama kali dijalankan. Keuntungannya, setiap app distart dengan platform ART, waktu eksekusinya akan lebih cepat (meskipun storage area yang dibutuhkan kemungkinan akan lebih besar). Runtime ART berstatus eksperimental. Tidak semua smartphone terbaru dengan Android 4.4 KitKat menyediakan dua opsi runtime (Dalvik atau ART) tersebut (tergantung produsen).

Tips berikut ini dapat langsung dipraktikkan oleh pengguna Nexus 4, Nexus 5, dan Nexus 7 (2013) yang telah memakai sistem KitKat. Lebih Cepat dan Hemat Daya? Google lebih memperuntukkan kehadiran ART bagi para developer agar app mereka benar-benar “siap” dan optimal saat ART menjadi standar runtime standar Android kelak. Sejauh ini, ART direkomendasikan untuk smartphone Android 4.4 dengan RAM 2 GB dan chip Qualcomm Snapdragon Quadcore.

Beberapa laporan sejauh ini menunjukkan hasil cukup beragam. Ada pengguna yang melaporkan peningkatan kecepatan start app tertentu hingga 50% dan daya tahan baterai hingga 30%. Ada pula app yang justru lebih lambat. Baterai lebih awet dimungkinkan karena waktu start app yang lebih cepat berkaitan dengan besarnya tenaga prosesor (SoC) yang dibutuhkan. App yang cepat akan menurunkan beban prosesor sehingga kebutuhan daya pun menurun (lebih hemat). Tertarik mencoba app Anda? Selamat mencoba.