Clean Up Jakarta Day Di ramaikan Artis

Tidak seperti minggu- minggu biasanya, suasana di sekitar kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu pertengahan Oktober lalu tampak begitu istimewa. Ribuan relawan berkumpul di GBK untuk memerangi sampah. Dibekali sarung tangan dan karung sampah, para relawan dengan lincah dan cekatan memungut dan mengais sampah yang berserakan. Aksi mengumpulkan sampah ini tak hanya terjadi di GBK, tapi juga di 36 lokasi di Ibu Kota, seperti Bundaran Hotel Indonesia, Kemang, dan tempat-tempat lainnya.

Setidaknya, ada sekitar 15.000 relawan yang terkumpul dan tersebar di 37 lokasi tersebut. Kegiatan mengumpulkan sampah ini rupanya ajang tahunan yang diadakan oleh komunitas Clean Up Jakarta Day (CUJD). Komunitas yang digagas oleh Angela Jelita Richardson merupakan sebuah aksi gotong royong membersihkan Jakarta dari sampah. Angela menjelaskan, CUJD mengadopsi Clean Up Australia Day yang sukses membebaskan Australia dari jeratan sampah 30 tahun silam. “Awalnya Clean Up Australia Day dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan sampah di sekitar kawasan mereka saja, tapi lamakelamaan meningkat ke wilayah yang lebih luas. Saya berharap Jakarta juga bisa seperti itu,” ujar Angela.

MENGGAET KOMUNITAS LINGKUNGAN DAN PEMERINTAH

Gerakan CUJD pertama kali dilakukan pada 2013 lalu. Saat itu, hanya 1.000 relawan yang ikut berpartisipasi. Namun, untuk komunitas yang baru seumur jagung jumlah ini terbilang fantastis. Jumlahnya pun terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2014 CUJD berhasil menambah pasukan relawan menjadi 5.000 dan tahun ini mencapai 15.000 relawan.

Angela mengaku peran media dan media sosial turut memengaruhi lonjakan pasukan CUJD ini. “Biasanya mereka tahu dari media sosial dan dari teman yang pernah ikut CUJD. Dan, mereka yang sudah ikut cenderung akan ikut lagi di CUJD selanjutnya,” ujar wanita berkebangsaan Inggris ini menjelaskan. Dalam melakukan aksinya, CUJD menggaet beberapa komunitas lingkungan, seperti Osoji Club, Diet Kantong Plastik, Waste for Change, Indo Relawan, Bersih Nyok, dan lainnya.

 Beberapa perusahaan swasta pun ikut mendukung kegiatan ini, misalnya The Body Shop Indonesia yang punya misi serupa dalam memerangi sampah. Tak hanya menggandeng perusahaan, Angela berhasil memboyong Suku Dinas Kebersihan (Sudinsih) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ikut serta mengikuti kegiatan CUJD tahun ini.

Pihak Sudinsih Pemrov DKI mencatat total sampah yang terkumpul dari kegiatan CUJD tahun ini mencapai 100ton. Nantinya, sampah-sampah yang terkumpul akan diserahkan kepada Sudinsih Pemprov DKI dan dipilah kembali. Untuk sampah yang bisa didaur ulang akan diserahkan kepada bank sampah sedangkan sampah yang tak bisa didaur ulang, terpaksa dihancurkan.

DARI SELEBRITI HINGGA EKSPATRIAT

Gerakan membersihkan Jakarta ini diikuti oleh relawan dari berbagai usia dan profesi. Bahkan selebriti kenamaan tanah air pun ikut meramaikan gerakan ini, seperti Indra Herlambang (39) dan Ersa Mayori (36). Indra mengaku masalah lingkungan hidup seperti sampah ini harus di mulai dari diri sendiri. Mulailah dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan menggunakan tas non-plastik. “Sejak kecil diajarkan untuk membuang sampah di tempat sampah.

Bahkan dulu bila tak menemukan tempat sampah, saya kantongin sampah itu sampai ketemu tempat sampah,” ujar Indra bercerita. Selain tokoh ternama, gerakan ini juga diikuti oleh para ekspatriat yang sudah penat dengan masalah sampah di Jakarta. Di Clean Up Jakarta Day berikutnya, Angela berharap satu juta masyarakat Jakarta dapat turut serta. “Saya berharap tidak hanya warga Jakarta, tapi juga seluruh warga Indonesia lebih peduli akan sampah dan mereka dapat memilah sampah sebelum dibuang ke tempat sampah akhir. Sebuah perubahan besar di mulai dari hal terkecil, kan?” ucap Angela.

PENGALAMAN MEREKA

Indra Herlambang (39), Artis “Satu hal lucu yang saya temukan hari ini adalah ketika saya sedang mengumpulkan sampah, ada anak kecil yang melihat dan memerhatikan. Lama-kelamaan, anak itu mengambil sampah-sampah yang ada di depan dia lalu memasukkannya di karung sampah saya.”

Ersa Mayori (36), Artis “Saat sedang berkeliling mengumpulkan sampah, saya mendapati ada popok bayi lengkap dengan isinya. Jadi tolong untuk para ibu-ibu sebelum dibuang, popoknya dibersihkan dulu. Dibuangnya pun jangan sembarangan.”

Agnes (19), Karyawan “Saya berharap dengan orangorang melihat kita memungut sampah mereka merasa malu dan ikut menjaga lingkungan. “